MENUNGGANGI COVID-19 DENGAN TEKNOLOGI



Apa yang ada dipikiran kalian saat mendengar Covid-19? 

Penyebaran pandemi virus corona yang sampai saat ini masih menjadi persoalan utama di dunia menyebabkan ketakutan dan rasa was-was setiap orang, dan pastinya Anda memiliki persepsi dan pemahaman sendiri mengenai virus tersebut. Pandemi Covid-19 merupakan suatu krisis kesehatan yang melanda seluruh dunia. Hampir seluruh negara telah mengambil tindakan untuk menghambat penyebaran Covid-19, karena sifat virus yang mudah menular, sehingga dapat menyebabkan peningkatan jumlah kasus covid-19 secara signifikan apabila tidak ada pencegahan. Anjuran physical distancing telah diterapkan oleh semua negara, dan situasi ini mengakibatkan transformasi perilaku. Kondisi ini menyebabkan banyak orang yang stres dan kaget, karena proses kognitif yang bekerja dalam menghadapi perubahan pada tiap orang tidak sama, sehingga memengaruhi kondisi fisik dan psikisnya. Banyak negara memutuskan untuk menutup sekolah, tempat kerja, serta fasilitas umum. Bersekolah dan bekerja dari rumah bukan hanya kejutan besar bagi produktivitas seseorang, tetapi juga bagi kehidupan sosialnya. Gangguan ini tidak hanya menjadi masalah jangka pendek, tetapi juga memiliki konsekuensi jangka panjang untuk kelompok yang terkena dampak serta menigkatnya kesenjangan. Pada tanggal 14 April 2020, menurut UNESCO, hampir 1,6 miliar atau 91,3% siswa sekolah telah dipengaruhi oleh penutupan sistem di 188 negara. Negara-negara lain juga sudah menerapkan penutupan lokal yang memengaruhi jutaan pelajar lainnya.

Terlepas dari tantangan yang di hadapi saat ini, dalam beberapa konteks jelas mengungkapkan bahwa krisis juga memberikan peluang untuk pengembangan solusi yang lebih fleksibel, dengan memanfaatkan sistem digital dan teknologi seiring dengan rebolusi industri 4.0. Hampir keseluruhan sistem berubah secara total, yakni menggunakan sistem yang serba online, di mana pembelajaran dan pekerjaan dilakukan dari jarak jauh dengan menggunakan platform digital. Penelitian menunjukkan bahwa bekerja dan belajar secara online telah terbukti meningkatkan penyimpanan informasi, dan mengambil lebih sedikit waktu. Perpindahan secara cepat, tidak di rencanakan, serta tanpa adanya pelatihan, nantinya akan menambah pengalaman baru dalam bidang teknogi bagi pekerja dan pelajar. Platform digital seperti Zoom, Google Meet dan lainnya, telah banyak digunakan. Zoom menambahkan lebih dari 2 juta pengguna baru dari Januari hingga Februari 2020, lebih banyak dari jumlah pengguna baru sepanjang tahun 2019. Namun, sejumlah pekerja dan pelajar masih berkenalan dan merasa baru dengan alat-alat tersebut. Pengarahan sumber daya manusia selama pandemi ini sangat penting untuk memastikan akses ke seluruh alat digital dan teknologi pembelajaran modern. Kesiapan pekerja dan pelajar untuk terlibat dalam penggunaan teknologi harus diatasi, dan penyedia pendidikan harus merevisi model pembelajaran untuk memanfaatkan sumber daya dan alat digital sebaik mungkin. Harapannya, pasca-pandemi Covid-19, kita menjadi terbiasa dengan sistem seperti ini sebagai budaya dalam pendidikan dan pekerjaan.

Mempelajari keterampilan baru dan memperkuat yang sudah dimiliki merupakan hal penting untuk dilakukan di masa pandemi seperti ini. Karena hal itu akan menambah kepercayaan diri dan bisa menjadi aktivitas menyenangkan untuk menghilangkan kebosanan. Jadi apa yang harus dilakukan? Luangkan waktu untuk membangun keterampilan yang dimiliki. Pertama, tentukan keterampilan yang ingin di pelajari atau di perkuat. Kemudian rencanakan cara menindaklanjutinya. Saat ini, ada ribuan kursus dan webinar yang tersedia secara online dan gratis di berbagai bidang termasuk teknologi bantuan selama pandemi Covid-19. Respon terhadap pandemi ini telah melahirkan kolaborasi lintas-industri yang belum pernah terjadi sebelumnya. Keterampilan digital, pemikiran desain, kewirausahaan, dan inovasi semuanya akan menjadi keterampilan yang sangat penting setelah pandemi ini berakhir. 

Dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Semangatlah dalam hal yang bermanfaat untukmu, minta tolonglah pada Allah, dan jangan malas (patah semangat).” (HR. Muslim no. 2664).

Walaupun dalam kondisi pandemi seperti ini, kita harus tetap semangat untuk meraih ilmu yang bermanfaat. Senantiasa meminta pertolongan Allah untuk selalu diberi perlindungan, jangan malas dalam melakukan ketaatan serta jangan lemah dari mencari pertolongan. 




Komentar